donasirumahtahfizh.com - Pekanbaru Dalam Islam pernikahan adalah sesuatu hal yang sangat sakral dan apabila hubungan tidak dapat dilanjutkan maka harus diselesaikan secara baik-baik. Kata perceraian itu memiliki kesan yang pahit, sedangkan membangun rumah tangga bukan hal yang main-main. Pernikahan merupakan sebuah ikatan yang kuat, yang akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Perlu kelapangan hati, ilmu, kesiapan mental, dan kedewasaan dalam menjalaninya.
Menikah bukan berarti tanpa masalah, karena selama masih hidup, maka ujian hidup akan terus menerpa. Tak sedikit yang akhirnya kandas, dan perceraian sebagai solusi akhir untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga.
Perceraian bagian dari syariat yang Allah berikan
sebagai solusi dalam menyelesaikan permasalahan rumah tangga. Perceraian
dikategorikan ibadah ketika dijalankan dengan niat yang benar dan dilaksanakan
dengan jalan yang sesuai syariat. Bercerai dengan niat untuk mendekatkan diri
kepada Allah. Mengharapkan keridaan Allah dibanding manusia. Perceraian yang
dilakukan untuk menyelamatkan keimanan lebih baik daripada perceraian yang
dilakukan demi orang ketiga atau untuk menzalimi pasangan.
Kita harus membangun paradigma positif terkait dengan perceraian. Memandang sebuah proses perceraian sebagai bagian dari jalan menuju ketakwaan pada Allah. Bagi manusia yang bertakwa pada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dan kemudahan dalam segala urusan.
“Barang siapa yang
bertakwa pada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” (TQS At
Thalaq : 2).
Allah meletakkan ayat
ini untuk memberikan motivasi bagi yang sedang mengalami atau sudah mengalami
perceraian. Perceraian bukan akhir kehidupan, bahkan seharusnya kita memandang
dan mempersiapkan masa depan agar tetap dalam koridor menggapai rida Allah,
tidak terbelenggu pada kenangan masa lalu yang membuat sedih.
Lalu bagaimana bisa cerai itu ibadah?
1. Ketika
dengan bercerai anda semakin dekat kepada Allah
Ketika
suami atau istri bukan pasangan yang baik, tidak taat kepada Allah SWT,
menjadikan rumah tangga itu semakin jauh dari Allah. Cerai itu ibadah untuk
rumah tangga yang betul-betul tidak bisa lagi dipertahankan. Karena tidak ada
rumah tangga yang apabila dipertahankan maka rumah tangga itu semakin
menjauhkan anggota keluarganya dari Allah. Contohnya suami yang tidak sholat,
istri tidak menutup aurat atau istri senantiasa tidak mau diarahkan untuk taat
kepada Allah dan Rasulnya. Allah kasi solusi yaitu perceraian, tapi ingat
niatannya untuk Allah bukan untuk orang ke-3 niatannya untuk mendekat kepada
Allah, niatannya untuk semakin memilih Allah dibanding memilih pasangan yang
menjauhkan dia dari Allah
2. Ketika
perceraian itu dijalankan sesuai aturan Allah
Mana
mungkin Allah mensyariatkan sesuatu kemudian ketika syariat itu kita lakukan
tidak bernilai ibadah. Termasuk tolak atau cerai adalah solusi terakhir untuk
kemudian kita menyelesaikan masalah rumah tangga. Allah mengatur melalui
Rasulullah SAW, bahkan ada diantara istri Rasulullah yang menceraikannya bukan
karena apapun tapi ingin mencontohkan kepada kita bagaimana perceraian, apa
syariatnya perceraian. Maka ketika perceraian itu dalam rangka taat kepada
Allah. Sebagai contoh ada atau tidak rumah tangga yang ketika dipertahankan malah
semakin menjauhkan dia dari Allah